Wisata Sejarah di Malaka

Kerajaan atau Kesultanan Malaka didirikan oleh Parameswara dan pernah berjaya pada sekitar abad ke-15 sebelum akhirnya ditaklukkan oleh Portugis. Pada masa kejayaannya, Malaka menjadi pusat perdagangan dan pelabuhan di selat Malaka.

Pada masa kesultanan tersebut, Malaka menjalin hubungan baik dengan negeri Tiongkok (dinasti Ming) dan juga pernah disinggahi Laksamana Cheng Ho pada 1409. Bahkan catatan tentang peradaban dan kondisi kerajaan Malaka pada masa itu banyak dicatat dalam laporan dari kunjungan Laksamana Cheng Ho di Malaka.

Selain dengan Tiongkok, Malaka juga membangun hubungan dengan kerajaan-kerajaan di Nusantara seperti Demak dan Majapahit. Pedagang-pedagang dari Arab banyak singgah di Malaka dan berperan dalam mengenalkan dan menyebarkan agama Islam.

Malaka Pada Masa Kolonial

Setelah menaklukkan Malaka, kekuasaan Portugis di Malaka mengalami serangan dari berbagai kerajaan termasuk dari Demak. Dalam periode selanjutnya, Malaka jatuh ke tangan VOC yang kemudian membangun lebih banyak fasilitas di kota tersebut. Ketika Napoleon menaklukkan Belanda, maka pemerintahan Belanda diserahkan kepada Inggris sebelum dikembalikan lagi ke Belanda pada 1818. Pada tahun 1824 Inggris dan Belanda membagi wilayah kekuasaan sehingga wilayah semenanjung Malaysia dibawah kuasa Inggris, selanjutnya kepulauan nusantara dalam kuasa kolonial Belanda.

Situs & Bangunan Bersejarah di Malaka

  • Benteng A Famosa Fort
    Sisa Benteng yang dibangun oleh Portugis saat menaklukkan Malaka pada 1522
  • The St. Peter's Church
    Bangunan Gereja katolik Roma yang paling tua dan masih dipakai di Malaysia.
  • St. Paul's Hill & Church (Bukit St. Paul)
    Sisa bangunan gereja di puncak bukit di Malaka.
  • Christ Church alias Gereja Merah Malaka.
    Bangunan Gereja Prostestant (Anglican) tertua dan masih dipakai di Malaysia.